PLSBT sebagai mata kuliah umum bukan merupakan mata kuliah akademik atau pendidikan keterampilan. Melainkan merupakan pendidikan pendidikan umum oleh karena itu dalam strategi belajar mengajar dan kegiatan belajar mengajarnya, tidak terlalu menekankan pada aspek kognitif-teoretik dan keterampilan motorik melainkan menekankan pada aspek konatif, pembinaan nilai moral – mental – nilai dan makna dari kajiannya. Namun demikian konsep asas dan materi ilmu yang terlibat dalam PLSBT itu, menjiwai pokok-pokok bahasannya untuk melihat lebih dekat pada hakikat PLSBT serta ilmu apa saja yang menjiwainya perlu kiranya memperhatikan rincian berikut:
- Pendidikan : proses pendewasaan, pengembangan kepribadian
- Lingkungan : Aspek interaksi antara mahluk hidup terutama manusia dengan lingkungannya yang merupakan kajian ekologi, termasuk ke dalam kajiam ekolagi kajian manusia.
- Sosial : Aspek social dan sosialisasi yang merupakan kajian sosiologi, psikologi sosial, dan ilmu social lainnya.
- Budaya : Aspek budaya yang merupakan hasil ungkapan pengembangan akal budi manusia dengan prosesnya, yang merupakan kajian antropologi, khususnya anropologi budaya dan bidang humaniora.
- Teknologi : Salah satu unsur budaya yang merupakan penerapan praktis ilm pengetahuan yang membawa dampak kemajuan kesejahteraan (positif) dan ketimpangan (negatif) dalam kehidupan manusia.
PLSBT Melibatkan berbagai ilmu, baik yang tergaung ilmu-ilmu sosial ilmu-ilmu kealaman maupun humanities. Oleh karena itu pendekatan yang digunakan oleh mata kuliah PLSBT adalah pendekatan multi displiner dan interdispliner. Atau paling tidak multisplek atau multi mentional. Untuk mengembangkan materi dari tema tema dapat bertitik tolak dari konsep lingkungan budaya (teknologi) maupun social.
Persyaratan Ilmu Pengetahuan
Secara sederhana ilmu adalah pengetahuan yang sudah tersusun, diklasifikasikan , diorganisasiakan, disistematikan, dan diinterpretasi yang menghasilkan kebenaran objektif yang sudah diujui dan dapat diuji ulang secara ilmiah (Astim Riyanto, 2000). Sementara pengetahuan adalah segala sesuatu hal yang diketahui melalui tangkapan pancaindera, intuisi, dan firasatnya. Oleh karena itu tidak semua pengetahuan adalah ilmu, tetapi semua ilmu adalah pengetahuan.
Setiap ilmu membatasi diri pada salah satu bidang kajian tertentu. Dia lebih menghususkan diri pada kejelasan konsep yang dikajinya lebih husus, lebih sempit, dan lebih mendalam. Berdasarkan pandangan filsafat ilmu, sesuatu dikatan ilmu bila memenuhi syarat secara antologis, epitemologis dan aksiologis.
Latar belakang dan tujuan PLSBT
Matakuliah PLSBT merupakan salah satu mata kuliah umum (MKU) yang merupakan hasil gabungan dari ilmu alamiah dasar (IAD), Ilmu social Dasar (IAD) dan ilmu budaya dasar (IBD). Dalam realita kehidupan sehari hari dijumpai kompleksitas masalah lingkungan , masalah social, dan masalah yang di timbulkan dari efek ilmu dan teknologi. Permasalahan pokok yang ingin di cairkan pemecahannya melalui studi PLSBT ini adalah masalah lingkungan dan kealaman, masalah sosial, dan masalah kebudayaan.
Secara umum ketiga masalah itulah yang pada tahap kompleksitas permasalahan dihadapi umat manusia saat ini. Melalui mat kuliah PLSBT, permasalahan lingkungan, sosial, kebudayaan dan teknologi tidak hanya di dekati dari segi pencarian alternatifpemecahan masalahnya sajah, tetapi juga dari segi pendidikannya (PLSBT) yang ingin menanamkan pada mahasiswa sebagai peserta didik. Tujuan pokok pendidikan yaitu ranah pengetahuan/kognitif domain, ranah Sikap/apektif domain, ranah Psikomotorik/keterampilan skill domain, dan ranah kemauan/konatif yang bermuatan dan berlandaskan, dan bersumber pada norma, moral, mental, dan nilai yang dijunjung tinggi dalam peradaban manusia (Astim Riyanto, 2000) Perkembangan ilmu pengetahuan dari waktu kewaktu yang akselerasinya cenderung semakin cepat dan tersppesialisasi, tentu saja membawa dampak terhadap kehidupan manusia. Sehingga kadang kadang kita melihat percepatan perkembangan ilmu pengetahuan membuat masyarakat kita tejadinya culture shock menghadapi dilema penerapan ilmu pengetahuan, disatu pihak kita meraih keberuntungan dari penerapannya, namun dilain pihak kita menghadapi masalah lingkungan sebagai dari penerapannya, kebutuhan kita menjadi tiga kali lipat. Pertama kita harus menguasai teknologi, mempertahankan hidup. Kedua, kita wajib berusaha menstabilkan penduduk untuk menghindari terjadinya sesuatu yang tidak kita harapkan, ketiga kita wajib mengembangkan pranata sosial yang mengatur kehidupan yang produktif, stabil dan damai dalam ekosistem yang seimbang serta lestari. Oleh karena itu meski menurut etika ilmiah dinyatakan bahwa ilmu pengetahuan itu netral.
Pada penerapannya kita wajib melandaskan pada nilai yang menjamin kehidupan yang manusiawi sesuai dengan hokum-hukum keseimbangan dan kelestarian, kita wajib menghindarkan dari prilaku, perbuatan dan tindakan serakah yang akan menghancurkan kelestarian lingkunagn. Kita wajib sadar dan waspada bahwa semua mahluk termasuk alam memiliki keterbatasan. Jika batas tadi terutama daya dukungnya terlampaui,maka bencanalah yang akan kita alami, Dengan demikian, pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan itu tidak hanya di arahkan pada pemanfaatan alam dengan sumberdayanya tanpa rencana, melainkan juga wajib diarahkan kepada sumber daya tersebut tetap lestari dan seimbang. Ilmu pengetahuan sebagai produk budaya, dalam pengembangan dan penerapannya menuntut tanggung jawab. Penerapan dan pemanfaatannya itu wajib diarahkan kepada peningkatan kesejahteraan hidup termasuk kelastarian alam lingkungannya , bukan justru sebaliknya untuk membunuh umat manusia serta merusak alam lingkungan.

Komentar
Posting Komentar