Langsung ke konten utama

Cara Menghafal Nilai Sudut Istimewa pada Trigonometri


Trigonometri


merupakan salah satu cabang ilmu dalam matematika, penggunaanya pun cukup luas dalam kehidupan kita sehari-hari. dari tingkat pertama sampai tingkat atas cabang ilmu yang satu ini memang selalu dipelajari. karena cakupan luas itulah bahkan trigonometri dapat digunakan untuk membuktikan berbagai teori dalam matematika misalnya dalam membuktikan teori bahwa benarkah √2 termasuk bilangan tak rasional ? atau dapat juga membuktikan perhitungan rumus Phytagoras. tidak sedikit pelajar atau mahasiswa yang merasa kesulitan dalam mempelajarinya, hal ini karena trigonometri dianggap pelajaran menghitung sekaligus menghafal. padahal banyak cara yang dapat digunakan untuk dapat menghafalnya agar menjadi mudah diingat.

Dulu sewaktu masih duduk di bangku SMP, disinilah saya mengenal pelajaran yang satu ini, awalnya saya pun sulit untuk memahaminya, tapi untungnya guru matematika yang waktu itu kebetulan juga merupakan wali kelas saya memberitahu kepada kami semua bagaimana cara menghafal Sinus, Cosinus dan Tangens yang mudah diingat, dan ternyata cara ini memang benar-banar efektif, buktinya sampai detik ini saya masih dapat menghafal semua sudut istimewa dalam trigonometri. tapi sayang waktu itu wali kelas kami tidak lama mengajar karena harus kembali ke cirebon karena sesuatu hal, dan hanya karena pelajaran inilah yang membuat saya tidak pernah lupa kepada beliau.
Dengan cara ini kita dapat menghitung semua sudut istimewa dari 0° - 360° hanya dengan mengetahui lima sudut istimewa dasar yaitu 0°, 30°, 45°, 60°, dan 90°. hal ini bisa terjadi karena sudut istimewa dalam trigonometri bila diurutkan akan membentuk sebuah deret aritmatika yang tentunya dapat dengan mudah kita fahami tanpa harus menghafalkan semuanya. Cara yang saya dapatkan tersebut adalah apa yang disebut dengan " Konsep Lima Jari Kiri ".
Pada tahap awal mempelajarinya tuliskan nilainya pada masing-masing jari, yaitu : 
  • jari jempol bernilai 0
  • jari telunjuk bernilai ½
  • jari tengah bernilai ½2
  • jari manis bernilai ½3
  • jari kelingking bernilai 1

cara menggunakannya ialah tempatkan telapak tangan kiri menghadap muka, untuk menghitung nilai sinus dengan cara mencocokkan lima sudut istimewa dasar dengan nilai dari masing-masing jari, dimulai dari jari jempol, maka akan didapat:
  • Sinus 0°   = 0
  • Sinus 30° = ½
  • Sinus 45° = ½2
  • Sinus 60° = ½3
  • Sinus 90° = 1


Untuk menghitung nilai Cosinus, dengan cara kebalikannya, dengan cara mencocokkan lima sudut istimewa dasar dengan nilai dari masing-masing jari diawali dari jari kelingking, maka akan didapat :

  • Cosinus 0°   = 1
  • Cosinus 30° = ½3
  • Cosinus 45° = ½2
  • Cosinus 60° = ½
  • Cosinus 90° = 0
Dan untuk menghitung Nilai Tangens dapat dilakukan dengan cara membagi antara nilai dari setiap sudut yang dicari antara Sinus dan Cosinus, misalkan kita akan menghitung nilai dari Tangens 45°, cara nya dengan mengetahui nilai dari Sinus 45° dan Cosinus 45°, maka didapat :
½2 / ½2  = 1, jadi nilai dari tangens 45° adalah 1.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembahasan kalkulus dan geometri analitis edisi kelima jilid 1 bab 1 sub bab 1

Anda pasti masih ingat bagaimana memanipulasi bilangan, tetapi tidak ada salahnya untuk mengulang kembali sejenak. Dalam soal-soal 1-20, sederhanakan sebanyak mungkin. Pastikan untuk menghilangkan semua tanda kurung dan memudahkan semua pecahan. (kelihatannya dimulai dulu dari soal-soal yang sederhana  Jawaban atau pembahasan soal Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid I, karangan Edwin J. Purcell dan Dale Varberg, soal no. 1 Jawaban atau pembahasan soal Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid I, karangan Edwin J. Purcell dan Dale Varberg, soal no. 39 Buktikan bahwa rata-rata dua buah bilangan terletak di antara kedua bilangan itu, artinya, buktikan bahwa: Jawaban atau pembahasan soal Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid I, karangan Edwin J. Purcell dan Dale Varberg, soal no. 40 gak pusing kan.........?? Jawaban atau pembahasan soal Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid I, karangan Edwin J. Purcell dan Dale Varberg, soal no. 2 Jawaban atau pembahasan soal Kalkulus ...

Pembahasan kalkulus dan geometri analitis edisi kelima jilid 1 bab 1 sub bab 5

Pembahasan Soal Kalkulus Buku Karangan Edwin J. Purcell dan Dale Varberg Bab 1 Sub Bab 5 Jawaban dan pembahasan soal Kalkulus buku karangan Edwin J. Purcell dan Dale Varberg bab 1 sub bab 5 no. 1 (2,-1), (5,3) Penyelesaian: by: sahabat-informasi.com Berdasarkan uraian yang ada pada halaman 26, disebutkan bahwa rumus untuk mencari jarak dua titik adalah didasarkan pada Teorema Pythagoras, garis yang dihubungkan oleh titik (2,-1) dengan titik (5,3) merupakan garis yang tidak sejajar dengan sumbu  x  atau sumbu  y . Untuk dapat menggunakan Teorema Pythagoras kita akan membuat sebuah segitiga siku-siku dengan menjadikan garis yang dihubungkan oleh titik (2,-1) dengan titik (5,3) sebagai sisi miring, sehingga didapat gambar sebagai berikut: Jarak kita simbolkan dengan  d  yang merupakan huruf awal dari kata bahasa Inggris  distance  yang berarti jarak. Jadi dengan menggunakan Teorema Pythagoras jarak antara titik (2,-1) dengan titik (5,3)...

Pembahasan Kalkulus jilid 2 edisi kelima Edwin J. Purcell bab 11.3

 merupakan lanjutan dari 11.2, masih 5 soal bebas berikut penyelesaiannya    Adalah sebuah deret geometri dengan  merupakan deret konvergen   , merupakan deret geometri dengan  ;    Deret konvergen    ,    Deret Divergen    Penjumlahan keduanya adalah deret divergen.    Deret ini konvergen ke-1    adalah fungsi positif, kontinu dan tak naik pada selang   ;  adalah fungsi positif, kontinu, dan tak nail pada selang