ISBN
kependekan dari International Standard Book Number. ISBN dipakai di seluruh dunia sebagai identitas yang bersifat unik, dengan demikian setiap buku tidak dapat mempunyai nomor ISBN yang sama. Pemakaian identitas buku dipelopori oleh penerbit dan toko buku di inggris bernama WH. Smith. Orang-orang tertarik dengan sistem ini, mereka mengajukan kepada International standard organization ( ISO ). Dari ISO inilah, ISBN mulai diperkenalkan diseluruh dunia pada tahun 1970.
Sebelum tahun 2007 ISBN berbentuk sepuluh nomor, Urutan-urutan dalam deret ISBN ini mempunyai maksud tertentu. Sebagai contoh perhatikan nomor ISBN berikut ini :
ISBN 979 939 804 5
atau dapat ditulis :
ISBN 979-939-804-5
- 979 adalah group identifier. Setiap negara mempunyai kode awal yang berbeda. Untuk indonesia group identifiernya adalah 979
- 939 adalah Publisher prefix. yaitu angka identitas setiap penerbit. Penerbit yang mengignginkan kode pengenal ini harus Mendaftarkan diri ke perpustakaan Nasional terlebih dahulu. Pada saat mengajukan, penerbit harus memberitahukan rata-rata judul buku yang diterbitkan pertahun.
nomor 20 - 399 diberikan untuk lebih dari 1000 judul buku/tahun
- nomor 400 - 799 diberikan untuk lebih dari 100 judul buku/tahun
- nomor 800 - 9499 diberikan untuk kurang dari 100 judul buku/tahun
- nomor 9500 - 99999 diberikan untuk kurang dari 10 judul buku/tahun
- Dengan demikian penerbit yang mempunyai nomor ISBN seperti di atas, menerbitkan sekitar kurang dari seratus judul buku per tahun ( antara 800 - 9499 )
- 804 adalah tittle number. angka ini menyatakan buku ini adalah judul ke berapa pada tahun bersangkutan.
- Angka terakhir adalah check digit. Angka ini digunakan untuk memeriksa apakah nomor ISBN-nya adalah benar/sah, cara perhitungannya adalah sebagai berikut :
- Digit pertama dikalikan 10
- Digit kedua dikalikan 9
- Digit ketiga dikalikan 8
- Digit keempat dikalikan 7
- Digit kelima dikalikan 6
- Digit keenam dikalikan 5
- Digit ketujuh dikalikan 4
- Digit kedelapan dikalikan 3
- Digit kesembilan dikalikan 2
- Digit kesepuluh dikalikan 1
Jadi untuk memeriksa kebenaran nomor ISBN di atas adalah sebagai berikut :
(9x10)+(7x9)+(9x8)+(9x7)+(3x6)+(9x5)+(8x4)+(0x3)+(4x2)+(5x1)
= 90+63+72+63+18+45+32+0+8+5
= 396
396 mod 11 = 36 sisa 0
karena sisa 0 maka angka 5 sebagai karakter uji adalah benar, maka nomor ISBN di atas terbukti benar.
Mulai tanggal 1 januari 2007, nomor ISBN menjadi 13 digit. Peningkatan jumlah nomor ini dikarenakan adanya penambahan prefix 978 atau 979. bagi penerbit yang sudah terlanjur menggunakan 10 digit tinggal di konversi saja ke sistem 13 angka, dengan cara :
- Buang check digit atau kareakter uji, sebagai contoh ISBN 979 939 804 5 menjadi 979 939 804
- Tambahkan 978 atau 979 sebelum group identifier, menjadi 978 979 939 804
- Kalikan keduabelas angka yang ada dengan 1 dan 3 secara bergantian (9x1)+(7x3)+(8x1)+(9x3)+(7x1)+(9x3)+(9x1)+(3x3)+(9x1)+(8x3)+(0x1)+(4x3) = 9+21+8+27+7+27+9+9+9+24+0+12 = 162
- Untuk mencari check digit dari ISBN 13 nomor, {10 - ( jumlah nomor ISBN x 1 dan 3 mod 10 )} = 10 - 162 mod 10 = 10 - 2 = 8
Berarti Karakter uji/check digitnya adalah 8, sehingga ISBN 979-939-804-5 menjadi ISBN 978-979-939-804-8.
Komentar
Posting Komentar