Langsung ke konten utama

Aljabar Linier

menggambar vektor dengan geogebra
Vektor dapat dinyatakan secara geometris sebagai segmen-segmen garis berarah atau panah-panah di R-2 atau R-3. Arah panah menetukan arah vektor, dan panjang panah menyatakan besarnya. Ekor panah dinyatakan titik awal ( Initial Point ) dari vektor, dan ujung panah dinamakan titik terminal ( Terminal Point ). Kita akan menyatakan vektor dengan huruf kecil tebal.
vektor-vektor yang panjang dan arahnya sama disebut ekuivalen. Oleh karena itu, suatu vektor ditentukan hanya oleh panjang dan arahnya, maka vektor-vektor yang ekuivalen dipandang sama walaupun mungkin terletak pada posisi yang berbeda.
Untuk setiap vektor v, karena tidak ada arah alami untuk vektor nol, kita setuju bahwa vektor nol dapat mempunyai sembarang arah yang sesuai dengan masalah yang sedang dipertimbangkan.
Jika v adalah sembarang vektor tak nol, maka -v ( negatif dari v ) didefinisikan sebagai vektor yang besarnya sama dengan v, tetapi arahnya saja yang terbalik.
untuk menggambar vektor di bawah ini saya menggunakan software Geogebra, jika kalian ingin memakai software yang luar biasa ini download disini.




note : gunakan move grafik view untuk menggeser area kerja
Contoh vektor

a. Pengurangan Vektor
b.Penjumlahan Vektor

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembahasan kalkulus dan geometri analitis edisi kelima jilid 1 bab 1 sub bab 1

Anda pasti masih ingat bagaimana memanipulasi bilangan, tetapi tidak ada salahnya untuk mengulang kembali sejenak. Dalam soal-soal 1-20, sederhanakan sebanyak mungkin. Pastikan untuk menghilangkan semua tanda kurung dan memudahkan semua pecahan. (kelihatannya dimulai dulu dari soal-soal yang sederhana  Jawaban atau pembahasan soal Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid I, karangan Edwin J. Purcell dan Dale Varberg, soal no. 1 Jawaban atau pembahasan soal Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid I, karangan Edwin J. Purcell dan Dale Varberg, soal no. 39 Buktikan bahwa rata-rata dua buah bilangan terletak di antara kedua bilangan itu, artinya, buktikan bahwa: Jawaban atau pembahasan soal Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid I, karangan Edwin J. Purcell dan Dale Varberg, soal no. 40 gak pusing kan.........?? Jawaban atau pembahasan soal Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid I, karangan Edwin J. Purcell dan Dale Varberg, soal no. 2 Jawaban atau pembahasan soal Kalkulus ...

Pembahasan kalkulus dan geometri analitis edisi kelima jilid 1 bab 1 sub bab 5

Pembahasan Soal Kalkulus Buku Karangan Edwin J. Purcell dan Dale Varberg Bab 1 Sub Bab 5 Jawaban dan pembahasan soal Kalkulus buku karangan Edwin J. Purcell dan Dale Varberg bab 1 sub bab 5 no. 1 (2,-1), (5,3) Penyelesaian: by: sahabat-informasi.com Berdasarkan uraian yang ada pada halaman 26, disebutkan bahwa rumus untuk mencari jarak dua titik adalah didasarkan pada Teorema Pythagoras, garis yang dihubungkan oleh titik (2,-1) dengan titik (5,3) merupakan garis yang tidak sejajar dengan sumbu  x  atau sumbu  y . Untuk dapat menggunakan Teorema Pythagoras kita akan membuat sebuah segitiga siku-siku dengan menjadikan garis yang dihubungkan oleh titik (2,-1) dengan titik (5,3) sebagai sisi miring, sehingga didapat gambar sebagai berikut: Jarak kita simbolkan dengan  d  yang merupakan huruf awal dari kata bahasa Inggris  distance  yang berarti jarak. Jadi dengan menggunakan Teorema Pythagoras jarak antara titik (2,-1) dengan titik (5,3)...

Pembahasan Kalkulus jilid 2 edisi kelima Edwin J. Purcell bab 11.3

 merupakan lanjutan dari 11.2, masih 5 soal bebas berikut penyelesaiannya    Adalah sebuah deret geometri dengan  merupakan deret konvergen   , merupakan deret geometri dengan  ;    Deret konvergen    ,    Deret Divergen    Penjumlahan keduanya adalah deret divergen.    Deret ini konvergen ke-1    adalah fungsi positif, kontinu dan tak naik pada selang   ;  adalah fungsi positif, kontinu, dan tak nail pada selang